Langsung ke konten utama

Postingan

Farid Namanya

Instagram ( @rivasakina ) Namanya Farid, tapi para santri biasa memanggilnya ” Fawid “. Mungkin, Karena dia belum bisa menyebutkan huruf ” R ” . Sehingga, seringkali dia menyebutkan namanya sendiri dengan sebutan Fawid. Akhirnya para santri pun mengikutinya. Anak sholeh ini sering menjadi hiburan untuk para santri. Mulai dari sering bawa mainan, terus ngajak main santri yang lagi sibuk sama tugasnya. Nyanyi-nyanyi. Dan tidak jarang juga, langsung ngajak ngobrol santri dengan topik yang bisa dibilang ” Random “. Namanya juga anak-anak, hhe  Namun, anak ini termasuk anak yang sholeh dan cerdas. Tentunya tidak lepas dari didikan tangan dingin kedua orang tuanya yang sholeh dan sholehah. Yang saat ini mereka juga bisa dibilang menjadi orang tua kedua kami ( para santri ) disni. Semoga Allah menjadikan mereka keluarga yang sakinah Mawadah Warohmah. Aamiin
Postingan terbaru

SELALU MELIHAT HASIL

Terkadang ketika kita melihat mereka yang telah berhasil, kita merasa ingin seperti mereka. Yang saya maksud berhasil yaitu orang yang telah berhasil menggapai cita-cita mereka , seperti ingin mempunyai pesantren, resign dari pekerjaan dan memulai usaha yang sedang dirintis serta mereka yang berkeinginan menjadi penghafal Al-Qur’an. Kita merlihat mereka terlihat bahagia seperti bisa sering berkumpul bersama keluarga maupun temannya. Namun yang kita lihat  adalah HASILNYA bukan prosesnya. Ketika kita mencoba ingin seperti mereka, terkadang kita menemui banyak problem atau masalah untuk bisa mencapainya. Bedanya kita dengan mereka yang telah berhasil adalah kita sering putus asa dan tidak ingin mencoba kembali, sedangkan mereka, sanggup bangkit dan terus berusaha agar impian mereka tercapai. Maka dari itu, ketika kita melihat mereka yang telah sukses. Janganlah menggampangkan sesuatu ataupun prosesnya, karena kita tidak tahu apa yang telah mereka lalui untuk bisa mencapai itu semua. ...

Menutup Tahun Yang Berat

Tahun 2015 bisa dibilang tahun yang berat bagi saya. Tahun dimana mengharuskan saya lebih bersikap dewasa dalam menyikapi keadaan. Di tahun ini ibu saya jatuh sakit untuk kedua kalinya. Sehingga membuat beliau memerlukan orang lain untuk bisa bangun dari tempat tidurnya. Satu minggu sekali, saya dan bapak pergi ke kampung halaman untuk menengok sekaligus membawa ibu pergi berobat. Di hari libur yang hanya sebentar itu, kami ( bapak dan saya ) bergantian untuk menjaganya. Memandikan, mengambilkan makanan dan juga minum untuknya. Dan saya tahu, apa yang saya lakukan saat ini tidak bisa dibandingkan dengan jasa-jasa ibu kepada anaknya. Di tahun yang sama, saya harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan, yang biasa dengan mereka saya menghilangkan lelah setelah bekerja seharian walaupun hanya sejenak . Duduk bersama di majelis dzikir, liqo, tahsin Al-Qur'an dengan menggowes sepeda untuk bisa sampai di tempat tujuan.  "Ya Allah, itu sungguh nikmat sekali. Bohong jika saya tidak...

[ Review ] Buku I Have A Dream

  Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk sedikit berbagi sesuatu yang saya tahu kepada kawan-kawan. Kali ini, postingan saya itu mengenai buku I Have A dream yang sudah saya baca. Bahkan, berkali-kali ^_^ Langsung ke TKP saja yah ^_^. Buku I Have A Dream karya Arif Rahman Lubis yang berkerjasama dengan penerbit Qultummedia ini adalah buku yang menurut saya bagus sekali. Kenapa? Karena buku ini bergenre motivasi. Buku yang dapat memacu semangat kita untuk meraih impian kita masing-masing. Kita semua tahu. Bahwa kesuksesan meraih impian itu tidak mudah. Mereka pun yang sudah meraih kesuksesan dalam menggapai impiannya , diiringi dengan kegagalan, cacian dan bahkan sampai dikucilkan. Alhamdulillah, dibuku ini dilengkapi dengan kisah-kisah inspiratif orang-orang yang sukses dalam meraih impiannya agar kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup mereka. Di dalam buku ini tidak hanya berisi kisah inspiratif saja. Di buku ini juga menjawab rahasia-rahasia penting ...

Ikhlas Itu Bikin Kecanduan

Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya    Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

Manisnya Iman

Tidak terhitung kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita sebagai hamba-Nya.  Bernafas, berjalan, melihat, berbicara dan masih banyak lagi contoh kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita. Tapi, IMAN adalah sesungguhnya kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada para Hamba-Nya. Tapi, tidak banyak orang yang bisa merasakan manisnya iman. Maka beruntunglah bagi mereka yang Allah SWT berikan kenikmatan tersebut. Dan bagi mereka yang belum menemukan kenikmatan itu, Carilah. Ya, manisnya iman itu harus dicari, karena Allah SWT berikan kenikmatan tersebut kepada mereka yang benar-benar menginginkannya. ”Iman itu kadang naik kadang turun maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban) Iman itu kadang bertambah, kadang berkurang, kadang naik, kadang turun. Maka dari itu kita harus bisa mencharge iman kita terus agar selalu stabil. Bagaimana cara menstabilkan keimanan kita ? salah satu murobi saya pernah bilang “ Salah satu cara mencharge iman kita itu adala...

Kerasnya Batupun Akan Hancur

  Seorang pria yang bertubuh besar, terlihat tangguh dan kuat sedang memukul batu yang besar. Tapi hampir 100 kali dia memukul, batu itu tidak kunjung terlihat akan hancur. Perasaan ingin menyerah pun dirasakan, dan pada akhirnya dia pun menyerah karena dia merasa lelah dan putus asa. Datang seorang pria tua , terlihat kurus dan lemah untuk memukul batu yang telah ditinggalkan oleh pria yang bertubuh besar itu. Pria tua pun memulai memukul 1 kali, 2 kali sampai pukulan ke 5, akhirnya batu itupun hancur. Pria bertubuh besar itu merasa heran, padahal dia sudah memukul hampir 100 kali, batu itu tidak kunjung hancur juga. Tapi, pria tua itu hanya membutuhkan 5 kali pukulan untuk menghancurkan batu itu. “ Hai pria tua, apakah kau itu orang sakti ? “ Tanya pria besar itu. “ Ah, bukan. Aku bukan orang sakti, aku hanya orang tua biasa  “ Jawab pria tua itu. “ Tapi, kenapa kau bisa menghancurkan batu itu dalam 5 kali pukulan. Sedangkan diriku memukul 100 kali, batu itu tidak hancur jug...