Langsung ke konten utama

Kerasnya Batupun Akan Hancur


Seorang pria yang bertubuh besar, terlihat tangguh dan kuat sedang memukul batu yang besar. Tapi hampir 100 kali dia memukul, batu itu tidak kunjung terlihat akan hancur. Perasaan ingin menyerah pun dirasakan, dan pada akhirnya dia pun menyerah karena dia merasa lelah dan putus asa.

Datang seorang pria tua , terlihat kurus dan lemah untuk memukul batu yang telah ditinggalkan oleh pria yang bertubuh besar itu. Pria tua pun memulai memukul 1 kali, 2 kali sampai pukulan ke 5, akhirnya batu itupun hancur.

Pria bertubuh besar itu merasa heran, padahal dia sudah memukul hampir 100 kali, batu itu tidak kunjung hancur juga. Tapi, pria tua itu hanya membutuhkan 5 kali pukulan untuk menghancurkan batu itu.
“ Hai pria tua, apakah kau itu orang sakti ? “ Tanya pria besar itu.
“ Ah, bukan. Aku bukan orang sakti, aku hanya orang tua biasa  “ Jawab pria tua itu.
“ Tapi, kenapa kau bisa menghancurkan batu itu dalam 5 kali pukulan. Sedangkan diriku memukul 100 kali, batu itu tidak hancur juga, “ Pria besar itu kembali bertanya
“ Kamu kurang bersabar anak muda, karena memang batu itu akan hancur dalam 105 kali pukulan. Tapi kamu telah menyerah dalam 100 kali pukulan saja. “ Jawab pria itu.


Apakah teman-teman tahu, batu-batu kecil yang sering kita lihat sebagai salah satu bahan bangunan itu berasal dari bongkahan batu besar ?. Para pekerja pemecah batu itu memukul batu yang besar untuk dijadikan batu-batu kecil, tidak hanya dalam satu kali pukulan saja. Puluhan bahkan sampai ratusan pukulan yang dihantamkan ke batu besar, baru bisa menghasilkan batu-batu kecil.

Terkadang kita tidak tahu kesuksesan itu sudah dekat dengan diri kita. Tapi, kita lebih memilih untuk menyerah dan berputus asa dalam meraih kesuksesan itu.

Kegagalan-kegagalan yang kita sudah lakukan itu sebenarnya adalah suatu proses untuk mendapatkan cita-cita yang kita inginkan. Jika kita mau bersabar untuk terus mencoba, Insya Allah kesuksesan itu kita akan raih.

Pikiran-pikiran negatif yang membuat semangat kita lemah itu harus bisa dikuasai oleh diri kita sendiri. Kenapa ? karena pikiran-pikiran itu menjadi penghalang untuk kita menggapai cita-cita kita.

Terkadang kita berpikir “Ah, cape sudah coba ini itu, tapi kok masih gagal melulu” . Akhirnya kita berhenti untuk mencoba kembali. Padahal, jika kita mencoba sekali lagi, Allah SWT bisa saja mentakdirkan kita sukses di percobaan kita terakhir ini.

Maka dari itu, Yuk teman-teman, kita sama-sama terus berikhtiar dengan dibarengi doa kepada Allah SWT untuk menjemput kesuksesan yang telah dijanjikan dalam firmanNya.

 “ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia “  [ QS. 13 Ayat 11 ]

“ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “. Iya, Allah SWT pun memerintahkan kita untuk berikhtiar dalam mengubah nasib kita, bukan hanya berdiam diri saja.

Insya Allah, semua tindakan yang kita lakukan itu tidak akan sia-sia. Allah SWT itu menilai perbuatan yang kita lakukan, bukan dari hasil yang dapatkan.

Semoga Allah SWT mengistiqomahkan dan meridhoi kita semua untuk menggapai cita-cita kita masing-masing. Aamiin Allahuma Aamiin^^


#Note :
Kisah diatas saya mengutip dari buku I HAVE A DREAM, yang saya ceritakan ulang dengan bahasa saya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikhlas Itu Bikin Kecanduan

Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya    Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

[ Review ] Buku Sejarah Yang Terpendam

Bagi teman-teman yang sedang bingung untuk membeli buku yang bagus dan sesuai keinginan mengenai Nabi Muhammad SAW, berjudul apa ? Dan mungkin sebagian teman-teman sudah ada yang pernah mendengar atau melihat buku “ Sejarah Yang Terpendam”  Karya Drs. Muhsin Al Jufri ini, tapi masih belum sempat membelinya atau masih ragu membelinya karena takut bukunya itu tidak bagus.  Semoga Review buku “ Sejarah Yang Terpendam “ ini dapat membantu teman-teman yang masih dilema untuk membeli buku mengenai Nabi SAW  dan sekaligus membantu teman-teman yang penasaran dengan buku ini.  Oke Langsung  ke TKP  :D , Buku yang ditulis oleh penulis kelulusan Sarjana Sastra Asia Barat ( Arab ) dan UNPAD Bandung, kelahiran Solo, 6 Juli 1966 yang selain aktif di organisasi Sosial-Dakwah Fosmil ( Forum Silaturahmi Minggu Legi ), Pemimpin redakis majalah Adzan yang dikeluarkan oleh Fosmil tersebut, serta salah satu penulis rubrik Mimbar Jum’at, di Harian Solopos. Beliau juga berwiraswa...

Farid Namanya

Instagram ( @rivasakina ) Namanya Farid, tapi para santri biasa memanggilnya ” Fawid “. Mungkin, Karena dia belum bisa menyebutkan huruf ” R ” . Sehingga, seringkali dia menyebutkan namanya sendiri dengan sebutan Fawid. Akhirnya para santri pun mengikutinya. Anak sholeh ini sering menjadi hiburan untuk para santri. Mulai dari sering bawa mainan, terus ngajak main santri yang lagi sibuk sama tugasnya. Nyanyi-nyanyi. Dan tidak jarang juga, langsung ngajak ngobrol santri dengan topik yang bisa dibilang ” Random “. Namanya juga anak-anak, hhe  Namun, anak ini termasuk anak yang sholeh dan cerdas. Tentunya tidak lepas dari didikan tangan dingin kedua orang tuanya yang sholeh dan sholehah. Yang saat ini mereka juga bisa dibilang menjadi orang tua kedua kami ( para santri ) disni. Semoga Allah menjadikan mereka keluarga yang sakinah Mawadah Warohmah. Aamiin