Tahun 2015 bisa dibilang tahun yang berat bagi saya. Tahun dimana mengharuskan saya lebih bersikap dewasa dalam menyikapi keadaan. Di tahun ini ibu saya jatuh sakit untuk kedua kalinya. Sehingga membuat beliau memerlukan orang lain untuk bisa bangun dari tempat tidurnya.
Satu minggu sekali, saya dan bapak pergi ke kampung halaman untuk menengok sekaligus membawa ibu pergi berobat. Di hari libur yang hanya sebentar itu, kami ( bapak dan saya ) bergantian untuk menjaganya. Memandikan, mengambilkan makanan dan juga minum untuknya. Dan saya tahu, apa yang saya lakukan saat ini tidak bisa dibandingkan dengan jasa-jasa ibu kepada anaknya.
Di tahun yang sama, saya harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan, yang biasa dengan mereka saya menghilangkan lelah setelah bekerja seharian walaupun hanya sejenak . Duduk bersama di majelis dzikir, liqo, tahsin Al-Qur'an dengan menggowes sepeda untuk bisa sampai di tempat tujuan.
"Ya Allah, itu sungguh nikmat sekali. Bohong jika saya tidak RINDU dengan saat-saat itu. "
Tapi....
Saya harus bisa bersabar dan bersyukur dengan keadaan ini. Dan berharap bisa melalui ujian dari Allah ini dengan sebaik-baiknya.Harapan untuk bisa mengubah masa yang kelam ini, dengan masa yang penuh kebahagian terus saya jaga. Saya berdoa semoga harapan itu akan terwujud pada tahun 2016 nanti.
Setelah hujan akan muncul pelangi yang indah. Begitu pula dengan kehidupan. Di setiap kesulitan , maka Allah telah menyediakan kemudahan untuk setiap para hambaNya .
Semoga tetap kuat, bersabar serta bersyukur, Insya Allah

Komentar
Posting Komentar