Langsung ke konten utama

Menutup Tahun Yang Berat

pixabay.com

Tahun 2015 bisa dibilang tahun yang berat bagi saya. Tahun dimana mengharuskan saya lebih bersikap dewasa dalam menyikapi keadaan. Di tahun ini ibu saya jatuh sakit untuk kedua kalinya. Sehingga membuat beliau memerlukan orang lain untuk bisa bangun dari tempat tidurnya.

Satu minggu sekali, saya dan bapak pergi ke kampung halaman untuk menengok sekaligus membawa ibu pergi berobat. Di hari libur yang hanya sebentar itu, kami ( bapak dan saya ) bergantian untuk menjaganya. Memandikan, mengambilkan makanan dan juga minum untuknya. Dan saya tahu, apa yang saya lakukan saat ini tidak bisa dibandingkan dengan jasa-jasa ibu kepada anaknya.

Di tahun yang sama, saya harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan, yang biasa dengan mereka saya menghilangkan lelah setelah bekerja seharian walaupun hanya sejenak . Duduk bersama di majelis dzikir, liqo, tahsin Al-Qur'an dengan menggowes sepeda untuk bisa sampai di tempat tujuan. 

"Ya Allah, itu sungguh nikmat sekali. Bohong jika saya tidak RINDU dengan saat-saat itu. "

Tapi....
Saya harus bisa bersabar dan bersyukur dengan keadaan ini. Dan berharap bisa melalui ujian dari Allah ini dengan sebaik-baiknya.Harapan untuk bisa mengubah masa yang kelam ini, dengan masa yang penuh kebahagian  terus saya jaga. Saya berdoa semoga harapan itu akan terwujud pada tahun 2016 nanti. 

Setelah hujan akan muncul pelangi yang indah. Begitu pula dengan kehidupan. Di setiap kesulitan , maka Allah telah menyediakan kemudahan untuk setiap para hambaNya .

Semoga tetap kuat, bersabar serta bersyukur, Insya Allah

  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikhlas Itu Bikin Kecanduan

Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya    Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

[ Review ] Buku Sejarah Yang Terpendam

Bagi teman-teman yang sedang bingung untuk membeli buku yang bagus dan sesuai keinginan mengenai Nabi Muhammad SAW, berjudul apa ? Dan mungkin sebagian teman-teman sudah ada yang pernah mendengar atau melihat buku “ Sejarah Yang Terpendam”  Karya Drs. Muhsin Al Jufri ini, tapi masih belum sempat membelinya atau masih ragu membelinya karena takut bukunya itu tidak bagus.  Semoga Review buku “ Sejarah Yang Terpendam “ ini dapat membantu teman-teman yang masih dilema untuk membeli buku mengenai Nabi SAW  dan sekaligus membantu teman-teman yang penasaran dengan buku ini.  Oke Langsung  ke TKP  :D , Buku yang ditulis oleh penulis kelulusan Sarjana Sastra Asia Barat ( Arab ) dan UNPAD Bandung, kelahiran Solo, 6 Juli 1966 yang selain aktif di organisasi Sosial-Dakwah Fosmil ( Forum Silaturahmi Minggu Legi ), Pemimpin redakis majalah Adzan yang dikeluarkan oleh Fosmil tersebut, serta salah satu penulis rubrik Mimbar Jum’at, di Harian Solopos. Beliau juga berwiraswa...

Farid Namanya

Instagram ( @rivasakina ) Namanya Farid, tapi para santri biasa memanggilnya ” Fawid “. Mungkin, Karena dia belum bisa menyebutkan huruf ” R ” . Sehingga, seringkali dia menyebutkan namanya sendiri dengan sebutan Fawid. Akhirnya para santri pun mengikutinya. Anak sholeh ini sering menjadi hiburan untuk para santri. Mulai dari sering bawa mainan, terus ngajak main santri yang lagi sibuk sama tugasnya. Nyanyi-nyanyi. Dan tidak jarang juga, langsung ngajak ngobrol santri dengan topik yang bisa dibilang ” Random “. Namanya juga anak-anak, hhe  Namun, anak ini termasuk anak yang sholeh dan cerdas. Tentunya tidak lepas dari didikan tangan dingin kedua orang tuanya yang sholeh dan sholehah. Yang saat ini mereka juga bisa dibilang menjadi orang tua kedua kami ( para santri ) disni. Semoga Allah menjadikan mereka keluarga yang sakinah Mawadah Warohmah. Aamiin