Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya
Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya.
Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit
Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an.
Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bacaan yang berantakan tidak dihiraukan agar bisa khatam.
Kan lebih keren jika kita mentargetkan bisa khatam ilmu tajwid, minimal ilmu tajwid dasar. Setelah itu, kita dalam setahun bisa khatam 4-5 kali. Daripda kita khatam hanya dibulan Ramadhan saja, tapi selanjutnya ?.
Ini pengalaman saya pribadi, waktu itu saya meniatkan untuk bangun malam agar bisa berqiyamul lail. Saya bangun sekitar jam 3 pagi untuk tahajjud dan diakhiri dengan witir. Nah, tapi saat adzan subuh berkumandang itu saya malah ketiduran dan bangun sekitar jam 5. Astaghfirullah, jangan di ikutin yah ^_^,
Kan aneh, semangat untuk ingin melakukan sunnah malah mengalahkan kewajiban kita. “ Semangat yang tinggi, jika tidak diikuti dengan ilmu maka akan percuma “ , itu kata ustadz Ahmad Zarkasih. Lebih baik kita berqiyamul lail sekitar jam 4, tapi itu istiqomah. Daripada kita semangat bangun malam, tapi ketika adzan subuh malah ketiduran.
Lebih baik kita bisa istiqomah walaupun sedikit, daripada banyak tapi hanya semangat semu saja . Betul apa betul ? ^_^

Komentar
Posting Komentar