Ya Rasulullah, Kami tahu bahwa dirimu begitu mencintai kami, Tapi ya Rasul, apakah diriku ini termasuk yang engkau cintai ? Ya Rasulullah, Diriku selalu mengakui sebagai pencintamu, Tapi apakah diriku benar-benar mencintaimu atau hanya mengikuti mereka-mereka yang kukagumi atas kecintaaannya kepadamu ? Ya Rasulullah, Malu diri ini, ketika melihat pencintamu begitu mencintaimu, Mereka membantu syiarmu, mereka menjalankan sunnahmu, mereka bershalawat kepadamu , Tapi diri ini, jauh dari apa yang mereka lakukan, Lelah dalam membantu syiarmu, lalai dan malu untuk mendirikan sunnahmu, malas bersholawat kepadamu, Ya Rasulullah, Sebenarnya diriku ingin merasakan bagaimana perasaan yang benar-benar mencintaimu seperti mereka pencintamu, sampai detik ini, perasaan itu belum kurasakan Ya Allah , Semoga Engkau memudahkan hambaMu dapat mencintaiMu dengan melalui perantara NabiMu, Dari seseorang yang merindukan bagaimana mencintai Nabinya..
Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

Komentar
Posting Komentar