Langsung ke konten utama

Postingan

Dream

Sesuatu yang ingin dicapai untuk mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya itu pengertian IMPIAN menurut saya. Semua orang pasti mempunyai impian atau cita-cita, walaupun ada beberapa orang yang impiannya itu tidak tersirat jelas dalam benaknya tapi dia mempunyai keinginan, itu termasuk juga impian ( itu yang pernah dialami oleh saya .. hehehe ). Tapi lama-kelamaan saya berpikir  betapa pentingnya mempunyai  impian agar kita mempunya tujuan hidup dan tahu arah hidup kita mau kemana.  Apa yang terjadi jika kita ingin pergi ke puncak gunung tapi kita tidak tahu bagaimana caranya ke puncak gunung tersebut.  Kita tidak mempunya peta, kita tidak mempunyai kompas,  kita tidak mempunya perbekalan untuk pergi ke puncak gunung. Bisa kita bayangkan, berapa lama kita akan sampai ke puncak gunung tersebut ? bahkan apakah kita bisa sampai ?. Saya ingin menuliskan sebuah perkataan dari salah seorang khilafah terbaik yang pernah dimiliki umat muslim. Beliau berkata “ Sesung...

Step By Step memasang timeline twitte muncul di Blog

Alhamdulillah bisa posting lagi, berbagi sedikit hal yang bisa saya bagi kepada teman-teman. Kali ini, saya ingin memposting Step By Step memasang timeline twitter diblog. Sebelumnya saya pun sudah memposting tentang Cara memasang Komentar Facebook diblog ( Baca Selengkapnya :  Cara memasang Facebook komentar di Template Blog biasa  ). Apa sih keuntungan memasang timeline twitter diblog ? selain membuat tampilan blog lebih bagus, juga untuk mempromosikan twitter kita agar difollow oleh para pembaca blog kita. Nah, langsung saja, :) 1. Login ke twitter teman-teman, 2. Setelah itu klik Option ( Pengaturan ), Selanjutnya klik Widget. 3. Klik Buat Baru. 4. Ubah settingan sesuai yang teman-teman inginkan. 5. Copy Script widget yang ada didalam kotak. 6. Login ke akun blog teman-teman. 7. Klik Tata Letak 8. Klik Tambah Widget. 9. Klik HTML/JavaScript 10. Pastekan kode yang tadi sudah dicopy ke kotak HTML 11. Geser/ubah posisi Widget sesuai yang selera teman-teman ( Dikira makanan pa...

Malaikat Tak Bersayap

“ Malaikat Tak Bersayap “, Sebutan yang menurut saya pantas disematkan untuk menggambarkan makhluk ciptaan Allah SWT yang dianugrahkan kasih sayang dan pengorbanan yang begitu besar untuk para insan manusia yang diamanahkan kepadanya yang bernama “ IBU “. Setiap pikirannya dikerahkan untuk membesarkan kita agar menjadi anak yang hebat. Dan dirinya tidak pernah berpikir untuk mendapatkan balasan atas jerih payahnya dalam mendidik dan membesarkan kita. Dirinya hanya ingin melihat senyuman yang tergambar diwajah kita. Kasih sayang orang tua sepanjang masa dan kasih sayang anak sepanjang galah, pepatah itu menggambarkan bahwa kasih sayang orang tua terutama ibu itu tidak terhingga dan tidak dapat kita balas walaupun dengan banyaknya materi yang kita berikan kepada mereka. Saya teringat dengan hadits Nabi SAW,  Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus be...

[ Review ] Buku Sejarah Yang Terpendam

Bagi teman-teman yang sedang bingung untuk membeli buku yang bagus dan sesuai keinginan mengenai Nabi Muhammad SAW, berjudul apa ? Dan mungkin sebagian teman-teman sudah ada yang pernah mendengar atau melihat buku “ Sejarah Yang Terpendam”  Karya Drs. Muhsin Al Jufri ini, tapi masih belum sempat membelinya atau masih ragu membelinya karena takut bukunya itu tidak bagus.  Semoga Review buku “ Sejarah Yang Terpendam “ ini dapat membantu teman-teman yang masih dilema untuk membeli buku mengenai Nabi SAW  dan sekaligus membantu teman-teman yang penasaran dengan buku ini.  Oke Langsung  ke TKP  :D , Buku yang ditulis oleh penulis kelulusan Sarjana Sastra Asia Barat ( Arab ) dan UNPAD Bandung, kelahiran Solo, 6 Juli 1966 yang selain aktif di organisasi Sosial-Dakwah Fosmil ( Forum Silaturahmi Minggu Legi ), Pemimpin redakis majalah Adzan yang dikeluarkan oleh Fosmil tersebut, serta salah satu penulis rubrik Mimbar Jum’at, di Harian Solopos. Beliau juga berwiraswa...

Suri Tauldan Itu Bernama Muhammad

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab :21) Kalau bicara tentang sosok figur yang baik akhlak nya ini yaitu Muhammad Rasululullah SAW tidak akan pernah habis kata-kata pujian yang selalu saya ucapkan ketika mendengar kisah-kisahnya, Allah SWT lah yang membuatnya demikian. Sebelumnya saya sudah menulis tentang Indahnya mengajak dengan kelembutan ( Baca Selengkapnya : Indahnya mengajak kelembutan ) artikel itu saya buat terinspirasi dengan dakwahnya Rasulullah SAW yang begitu lembut yang membuat banyak kaum kafir quraisy yang tadinya membenci islam, menjadi ingin lebih mengenal Allah SWT, mengenal agama islam karena mulianya akhlaknya Rasulullah SAW. Pada postingan kali ini, saya ingin sedikit membahas 4 sifat Rasululullah SAW yang mungkin kita sering dengar dan pernah kita pelajari sewaktu pengajian semasa kita kecil. Yaitu : 1....

Jagalah Ukhuwah Kami

Wahai Allah... Engkau lah yang mempertemukan kami, Mempertemukan kami, di sebuah perkumpulan yang kau muliakan, Perkumpulan yang membuat kami tahu apa itu sebuah Loyalitas untuk AgamaMU, Loyalitas waktu, tenaga bahkan materi,.. Banyak orang bilang, semua itu pahit, tapi menurut kami itu adalah sebuah kenikmatan dan kami pun bersyukur Engkau izinkan kami untuk merasakannya, Wahail Allah... Jagalah Ikatan Ukhuwah kami... Ukhuwah yang Engkau bangun dari sebuah loyalitas yang Engkau ajarkan kepada kami untuk mencari keridhoanMU.

Malu

Saya menulis judul itu berawal dari kisah saya bertemu dengan salah satu jama’ah Majelis Rasulullah SAW. Seseorang  yang membuat saya terus berintropeksi diri atas ucapan yang selalu saya ucapkan akan kecintaan saya terhadap sayyidina Muhammad SAW. Awal pertemuan saya dengan beliau, saat sedang menunggu TransJakarta di halte TransJakarta kota. Pada waktu saya melihat beliau dengan menggunakan sorban di kepalanya seperti kebanyakan jama’ah Majelis Rasulullah SAW menghampiri saya dan bertanya “ Mau ke monas yah ? “ .  “ Iya, mau ke monas juga  ? “ jawab saya sambil bertanya kembali kepada beliau. “ Iyah, Bareng aja “ ujar beliau. “ Oke “ jawab saya mensetujui usul beliau. Perbincangan saya pun di mulai saat berada di dalam TransJakarta. “ Jama’ah darimana yah ? “ tanya saya kepada beliau karena saking penasarannya saya kepada beliau. “ Dari Sunter “ Jawabnya. “ Lumayan jauh juga yah, ? “ tanya saya lagi. “ Iyah, kecintaan ane kepada sayyidina Muhammad SAW lah yang membuat a...