Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab :21)
Kalau bicara tentang sosok figur yang baik akhlak nya ini yaitu Muhammad Rasululullah SAW tidak akan pernah habis kata-kata pujian yang selalu saya ucapkan ketika mendengar kisah-kisahnya, Allah SWT lah yang membuatnya demikian. Sebelumnya saya sudah menulis tentang Indahnya mengajak dengan kelembutan ( Baca Selengkapnya : Indahnya mengajak kelembutan ) artikel itu saya buat terinspirasi dengan dakwahnya Rasulullah SAW yang begitu lembut yang membuat banyak kaum kafir quraisy yang tadinya membenci islam, menjadi ingin lebih mengenal Allah SWT, mengenal agama islam karena mulianya akhlaknya Rasulullah SAW.
Pada postingan kali ini, saya ingin sedikit membahas 4 sifat Rasululullah SAW yang mungkin kita sering dengar dan pernah kita pelajari sewaktu pengajian semasa kita kecil. Yaitu :
1.Shidiq ( Jujur )
2.Amanah ( yang dapat dipercaya )
3.Tabligh ( Menyampaikan )
4.Fathonah ( Cerdas )
***
Banyak kisah yang menggambarkan kejujuran Rasulullah SAW. Karena kejujurannya itu membuat beliau diberi gelar Al-AMIN yang artinya “ dapat dipercaya”, setiap perkataan Rasulullah SAW itu tidak pernah ada dusta atau kebohongan. Kejujuran Rasulullah SAW tidak hanya ketika beliau diangkat menjadi Rasul tapi kejujuran itu sudah melekat terhadap Rasulullah SAW semenjak beliau kanak-kanak.
Disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh ibnu umar r.a bahwa nabi Muhammad Saw. Dapat diketahui apakah beliau marah atau senang. Beliau tidak pernah mengatakan kata-kata yang mungkar atau tidak mengatakan baik dalam keadaan senang atau marah kecuali yang benar, dan beliau berpaling dari orang yang mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Beliau adalah orang yang paling disenangi, bila gembira dia senang dan bila memberi nasihat beliau memberikannya dengan sungguh-sungguh. Apabila beliau marah karena Allah SWT bukan Karena kepentingan pribadi.
Dari hadits itu menunjukan bahwa Rasulullah SAW merupakan manusia yang tidak pernah mengatakan kata-kata mungkar dan setiap perkataan beliau itu tidak karena kepentingan pribadi melainkan karena Allah SWT.
Tidak hanya kejujurannya saja yang membuat Rasulullah SAW itu dijadikan oleh Allah SWT sebagai suri tauladan bagi kita semua umat muslim. Beliau pun terkenal dengan sikap amanahnya, saya sering terkagum atas kisah-kisah Rasulullah SAW yang menunjukan tanggung jawab Rasululluah SAW terhadap amanah yang diembannya.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”...
Itu merupakan sedikit kisah dari banyak kisah yang menggambarkan sikap amanahnya Rasulullah SAW.
Bukan hanya sikap amanah Rasulullah SAW yang penuh tanggung jawab dalam setiap amanah yang diembannya. Tapi , sikap tabligh Rasulullah SAW yang selalu menyampaikan apa yang difirmankan oleh Allah SWT kepada beliau. Walaupun yang difirmankan oleh Allah SWT itu dapat mengurangi eksistensi Rasulullah SAW di hadapan umatnya, Rasulullah SAW selalu menyampaikannya. Contoh nya di surat Abasa ayat 1-2,
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, kerana telah datang seorang buta kepadanya.” (QS 'Abasa: 1-2)
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah SAW. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebenarnya hal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu hal yang wajar. Karena Rasulullah SAW ini sedang menghadapi para pembesar-pembesar kaum musyrikin Quraisy. Sehingga Rasulullah SAW harus fokus berbicara dengan mereka. Jika beliau merespon Ibnu Ummi Maktum, ditakutkan para pembesar ini akan kabur karena kedatangannya. Tapi, sikap beliau ini di tegur oleh Allah SWT. Namun, beliau tetap menyampaikan ayat ini kepada umatnya. Para sahabat pu tidak ragu dengan kerasulan Rasulullah SAW karena teguran Allah SWT terhadap Nabi SAW. Bahkan mereka semakin yakin atas kerasulan Nabi Muhammad SAW karena sifat tablignya ini.
Rasulullah SAW pun di beri kecerdasan dan intelektual yang tinggi oleh Allah SWT. Buktinya Rasulullah SAW dapat menyampaikan wahyu dari Allah SWT, yaitu Al-qur’an yang terdiri sekitar 51.900 kata, 114 surah dan 30 JUz dengan tidak ada kekeliruan dalam penyampaiannya. Padahal Rasulullah SAW tidak bisa menulis dan membaca pada saat di turunkan wahyu itu kepada Rasulullah SAW. Jadi beliau menghafal setiap huruf yang di sampaikan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Dan kita semuapun tahu , bahwa Rasulullah SAW merupakan panglima perang yang hebat dalam setiap peperangan yang Rasulullah SAW pimpin. Ini menunjukan bahwa Rasulullah SAW itu merupakan manusia yang cerdas dan berintelektual yang tinggi.
***
“ Sebaik-baiknya makhluk dan semulia-mulianya makhluk yaitu Sayyidina Muhammad SAW “
Itu lah kurang lebih yang di ucapkan Habib Munzir Al-Musawa ketika memberikan tausyiah di salah satu tabligh akbar yang di selenggarakn oleh Majelis Rasulullah SAW di Monas.
“ Seluruh kebaikan itu berada di diri Rasulullah SAW “.
Itu lah kalam Ustadz Felix Siauw ketika saya mendengarkan tausyiah beliau di video beliau dan ustadz Salim A Fillah bertausyiah di jogja.
Dan bagaimana pandapat teman-teman mengenai Rasulullah SAW setelah membaca postingan ini ?
Terima kasih sudah membaca, semoga postingan ini dapat bermanfaat :)
Kalau bicara tentang sosok figur yang baik akhlak nya ini yaitu Muhammad Rasululullah SAW tidak akan pernah habis kata-kata pujian yang selalu saya ucapkan ketika mendengar kisah-kisahnya, Allah SWT lah yang membuatnya demikian. Sebelumnya saya sudah menulis tentang Indahnya mengajak dengan kelembutan ( Baca Selengkapnya : Indahnya mengajak kelembutan ) artikel itu saya buat terinspirasi dengan dakwahnya Rasulullah SAW yang begitu lembut yang membuat banyak kaum kafir quraisy yang tadinya membenci islam, menjadi ingin lebih mengenal Allah SWT, mengenal agama islam karena mulianya akhlaknya Rasulullah SAW.
Pada postingan kali ini, saya ingin sedikit membahas 4 sifat Rasululullah SAW yang mungkin kita sering dengar dan pernah kita pelajari sewaktu pengajian semasa kita kecil. Yaitu :
1.Shidiq ( Jujur )
2.Amanah ( yang dapat dipercaya )
3.Tabligh ( Menyampaikan )
4.Fathonah ( Cerdas )
***
1. Shidiq ( Jujur )
“ Sesungguhnya Beliau adalah manusia yang paling benar ucapannya “ ( Ali Bin Abi Tholib )Banyak kisah yang menggambarkan kejujuran Rasulullah SAW. Karena kejujurannya itu membuat beliau diberi gelar Al-AMIN yang artinya “ dapat dipercaya”, setiap perkataan Rasulullah SAW itu tidak pernah ada dusta atau kebohongan. Kejujuran Rasulullah SAW tidak hanya ketika beliau diangkat menjadi Rasul tapi kejujuran itu sudah melekat terhadap Rasulullah SAW semenjak beliau kanak-kanak.
Disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh ibnu umar r.a bahwa nabi Muhammad Saw. Dapat diketahui apakah beliau marah atau senang. Beliau tidak pernah mengatakan kata-kata yang mungkar atau tidak mengatakan baik dalam keadaan senang atau marah kecuali yang benar, dan beliau berpaling dari orang yang mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Beliau adalah orang yang paling disenangi, bila gembira dia senang dan bila memberi nasihat beliau memberikannya dengan sungguh-sungguh. Apabila beliau marah karena Allah SWT bukan Karena kepentingan pribadi.
Dari hadits itu menunjukan bahwa Rasulullah SAW merupakan manusia yang tidak pernah mengatakan kata-kata mungkar dan setiap perkataan beliau itu tidak karena kepentingan pribadi melainkan karena Allah SWT.
2. Amanah ( Yang dapat dipercaya )
Tidak hanya kejujurannya saja yang membuat Rasulullah SAW itu dijadikan oleh Allah SWT sebagai suri tauladan bagi kita semua umat muslim. Beliau pun terkenal dengan sikap amanahnya, saya sering terkagum atas kisah-kisah Rasulullah SAW yang menunjukan tanggung jawab Rasululluah SAW terhadap amanah yang diembannya.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”...
Itu merupakan sedikit kisah dari banyak kisah yang menggambarkan sikap amanahnya Rasulullah SAW.
3.Tabligh ( Menyampaikan )
Bukan hanya sikap amanah Rasulullah SAW yang penuh tanggung jawab dalam setiap amanah yang diembannya. Tapi , sikap tabligh Rasulullah SAW yang selalu menyampaikan apa yang difirmankan oleh Allah SWT kepada beliau. Walaupun yang difirmankan oleh Allah SWT itu dapat mengurangi eksistensi Rasulullah SAW di hadapan umatnya, Rasulullah SAW selalu menyampaikannya. Contoh nya di surat Abasa ayat 1-2,
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, kerana telah datang seorang buta kepadanya.” (QS 'Abasa: 1-2)
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah SAW. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebenarnya hal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu hal yang wajar. Karena Rasulullah SAW ini sedang menghadapi para pembesar-pembesar kaum musyrikin Quraisy. Sehingga Rasulullah SAW harus fokus berbicara dengan mereka. Jika beliau merespon Ibnu Ummi Maktum, ditakutkan para pembesar ini akan kabur karena kedatangannya. Tapi, sikap beliau ini di tegur oleh Allah SWT. Namun, beliau tetap menyampaikan ayat ini kepada umatnya. Para sahabat pu tidak ragu dengan kerasulan Rasulullah SAW karena teguran Allah SWT terhadap Nabi SAW. Bahkan mereka semakin yakin atas kerasulan Nabi Muhammad SAW karena sifat tablignya ini.
5.Fathonah
Rasulullah SAW pun di beri kecerdasan dan intelektual yang tinggi oleh Allah SWT. Buktinya Rasulullah SAW dapat menyampaikan wahyu dari Allah SWT, yaitu Al-qur’an yang terdiri sekitar 51.900 kata, 114 surah dan 30 JUz dengan tidak ada kekeliruan dalam penyampaiannya. Padahal Rasulullah SAW tidak bisa menulis dan membaca pada saat di turunkan wahyu itu kepada Rasulullah SAW. Jadi beliau menghafal setiap huruf yang di sampaikan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Dan kita semuapun tahu , bahwa Rasulullah SAW merupakan panglima perang yang hebat dalam setiap peperangan yang Rasulullah SAW pimpin. Ini menunjukan bahwa Rasulullah SAW itu merupakan manusia yang cerdas dan berintelektual yang tinggi.
***
“ Sebaik-baiknya makhluk dan semulia-mulianya makhluk yaitu Sayyidina Muhammad SAW “
Itu lah kurang lebih yang di ucapkan Habib Munzir Al-Musawa ketika memberikan tausyiah di salah satu tabligh akbar yang di selenggarakn oleh Majelis Rasulullah SAW di Monas.
“ Seluruh kebaikan itu berada di diri Rasulullah SAW “.
Itu lah kalam Ustadz Felix Siauw ketika saya mendengarkan tausyiah beliau di video beliau dan ustadz Salim A Fillah bertausyiah di jogja.
Dan bagaimana pandapat teman-teman mengenai Rasulullah SAW setelah membaca postingan ini ?
Terima kasih sudah membaca, semoga postingan ini dapat bermanfaat :)

Komentar
Posting Komentar