Langsung ke konten utama

Blogger Or Wordpress

Hmmm.. sesuai judul diatas, 2 penyedia blog itu memang membuat saya bingung. Bingung atas pilihan untuk menggunakan yang mana untuk menjadi blog yang akan saya gunakan nanti. Kenapa ? karena setiap penyedia itu mempunyai keunggulan-keunggulan yang menarik untuk dipelajari.

Di awal saya mengenal dunia blog, itu saya lebih mengenal terlebih dahulu Blogspot. Saya menekuni Blogspot, karena saya membuka usaha toko buku islami online yaitu Al-Bantani BookStore. Saya berpikir, bagaimana yah membuat web yang gratis, setelah saya cari di mbah google bertemulah saya dengan blogspot ini. Dan alhamdulillah saya sudah sedikit menguasai blogspot, itupun saya belajar otodidak dari browsing sana-sini lewat mbah google juga.

Nah, pada saat beberapa waktu yang lalu. Saya mampir di sebuah blog personal yang memuat pengalaman-pengalaman tentang karir beliau di dunia Web Developer. Awal karirnya itu dia menggunakan wordpress untuk mempelajari kode-kode rumit yang digunakan untuk membuat atau mengembangkan sebuah web. Dan yang saya kagumi dari beliau, semua ilmu-ilmu tentang web developer itu ia pelajari secara otodidak dari browsing google, membaca buku dan ikut komunitas wordpress developer serta yang membuat saya kagum lagi, beliau itu adalah seorang penghafal Al-Qur’an.  Itu yang membuat saya tertarik mempelajari WordPress agar dapat bisa mempelajari dunia web developer.

Memang untuk sementara saya menggunakan Blogspot untuk menjadi blog saya. Dan kemungkinan saya akan mempelajari WordPress itu sendiri.  Harapan saya , suatu saat nanti saya bisa mengikuti jejak beliau menjadi seorang web developer dan juga menjadi penghafal Al-Qur’an. Dan saya doakan juga kepada teman-teman, semoga setiap harapan yang membawa kebaikan untuk diri kita sendiri, masyarakat luas serta umat ini dapat segera terwujud. Aamiin Allahuma Aamiin :)

( Sumber Gambar : Google )


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikhlas Itu Bikin Kecanduan

Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya    Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

[ Review ] Buku Sejarah Yang Terpendam

Bagi teman-teman yang sedang bingung untuk membeli buku yang bagus dan sesuai keinginan mengenai Nabi Muhammad SAW, berjudul apa ? Dan mungkin sebagian teman-teman sudah ada yang pernah mendengar atau melihat buku “ Sejarah Yang Terpendam”  Karya Drs. Muhsin Al Jufri ini, tapi masih belum sempat membelinya atau masih ragu membelinya karena takut bukunya itu tidak bagus.  Semoga Review buku “ Sejarah Yang Terpendam “ ini dapat membantu teman-teman yang masih dilema untuk membeli buku mengenai Nabi SAW  dan sekaligus membantu teman-teman yang penasaran dengan buku ini.  Oke Langsung  ke TKP  :D , Buku yang ditulis oleh penulis kelulusan Sarjana Sastra Asia Barat ( Arab ) dan UNPAD Bandung, kelahiran Solo, 6 Juli 1966 yang selain aktif di organisasi Sosial-Dakwah Fosmil ( Forum Silaturahmi Minggu Legi ), Pemimpin redakis majalah Adzan yang dikeluarkan oleh Fosmil tersebut, serta salah satu penulis rubrik Mimbar Jum’at, di Harian Solopos. Beliau juga berwiraswa...

Farid Namanya

Instagram ( @rivasakina ) Namanya Farid, tapi para santri biasa memanggilnya ” Fawid “. Mungkin, Karena dia belum bisa menyebutkan huruf ” R ” . Sehingga, seringkali dia menyebutkan namanya sendiri dengan sebutan Fawid. Akhirnya para santri pun mengikutinya. Anak sholeh ini sering menjadi hiburan untuk para santri. Mulai dari sering bawa mainan, terus ngajak main santri yang lagi sibuk sama tugasnya. Nyanyi-nyanyi. Dan tidak jarang juga, langsung ngajak ngobrol santri dengan topik yang bisa dibilang ” Random “. Namanya juga anak-anak, hhe  Namun, anak ini termasuk anak yang sholeh dan cerdas. Tentunya tidak lepas dari didikan tangan dingin kedua orang tuanya yang sholeh dan sholehah. Yang saat ini mereka juga bisa dibilang menjadi orang tua kedua kami ( para santri ) disni. Semoga Allah menjadikan mereka keluarga yang sakinah Mawadah Warohmah. Aamiin