Langsung ke konten utama

Indahnya Mengajak Dengan Kelembutan


Mungkin kita semua sering mendengar dan membaca riwayat-riwayat tentang kelembutan Rasulullah SAW dalam berdakwah. Kelembutan yang diusung oleh Rasulullah SAW ketika berdakwah membuat banyak orang yang tadinya tidak mengenal islam dan bahkan tidak ingin mengenal islam menjadi tertarik mempelajari islam dan lebih mendalami apa itu islam. Dari kelembutan dalam berdakwah itulah yang membuat islam semakin bertambah dan semakin berkembang. Dengan kelembutan itulah, membuat islam dibenarkan oleh orang lain yang belum mengenal islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi alam semesta.

Berdakwah itu adalah mengajak bukanlah memaksa. Kita hanya bisa mengajak dan menuntun mereka kedalam kebenaran yang hakiki, tapi Allah SWT lah yang menetapkan siapa-siapa yang akan di beri hidayah untuk komitmen atau istiqomah di jalan ini.

Mengajak dengan memaksa akan membuat orang yang belum mengenal islam akan menjauh dan bahkan akan sampai membenci islam sebelum mengenal apa itu islam. Memaksa itu bukan solusi untuk mengajak seseorang untuk lebih dekat dan lebih mengenal Allah SWT.

Mengajak itu butuh kesabaran dan kelembutan. Dimana seseorang itu butuh proses dalam mendapatkan hidayah itu. Pelan-pelan tapi pasti itulah yang membuat seseorang akan lebih mengenal islam secara mendalam dan akan membuat orang itu akan lebih istiqomah di jalan Allah SWT.

Mengajak dengan kelembutan itulah yang dibutuhkan umat islam sekarang. Dimana islam sudah ter Judge oleh orang yang belum mengenal islam sebagai agama yang keras. Mari kita mengajak dengan kelembutan sesuai yang di ajarkan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW dalam mengajak dengan mengusungkan kelembutan :)

( Sumber Gambar : Google )


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikhlas Itu Bikin Kecanduan

Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya    Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

[ Review ] Buku Sejarah Yang Terpendam

Bagi teman-teman yang sedang bingung untuk membeli buku yang bagus dan sesuai keinginan mengenai Nabi Muhammad SAW, berjudul apa ? Dan mungkin sebagian teman-teman sudah ada yang pernah mendengar atau melihat buku “ Sejarah Yang Terpendam”  Karya Drs. Muhsin Al Jufri ini, tapi masih belum sempat membelinya atau masih ragu membelinya karena takut bukunya itu tidak bagus.  Semoga Review buku “ Sejarah Yang Terpendam “ ini dapat membantu teman-teman yang masih dilema untuk membeli buku mengenai Nabi SAW  dan sekaligus membantu teman-teman yang penasaran dengan buku ini.  Oke Langsung  ke TKP  :D , Buku yang ditulis oleh penulis kelulusan Sarjana Sastra Asia Barat ( Arab ) dan UNPAD Bandung, kelahiran Solo, 6 Juli 1966 yang selain aktif di organisasi Sosial-Dakwah Fosmil ( Forum Silaturahmi Minggu Legi ), Pemimpin redakis majalah Adzan yang dikeluarkan oleh Fosmil tersebut, serta salah satu penulis rubrik Mimbar Jum’at, di Harian Solopos. Beliau juga berwiraswa...

Farid Namanya

Instagram ( @rivasakina ) Namanya Farid, tapi para santri biasa memanggilnya ” Fawid “. Mungkin, Karena dia belum bisa menyebutkan huruf ” R ” . Sehingga, seringkali dia menyebutkan namanya sendiri dengan sebutan Fawid. Akhirnya para santri pun mengikutinya. Anak sholeh ini sering menjadi hiburan untuk para santri. Mulai dari sering bawa mainan, terus ngajak main santri yang lagi sibuk sama tugasnya. Nyanyi-nyanyi. Dan tidak jarang juga, langsung ngajak ngobrol santri dengan topik yang bisa dibilang ” Random “. Namanya juga anak-anak, hhe  Namun, anak ini termasuk anak yang sholeh dan cerdas. Tentunya tidak lepas dari didikan tangan dingin kedua orang tuanya yang sholeh dan sholehah. Yang saat ini mereka juga bisa dibilang menjadi orang tua kedua kami ( para santri ) disni. Semoga Allah menjadikan mereka keluarga yang sakinah Mawadah Warohmah. Aamiin