Langsung ke konten utama

Postingan

Menutup Tahun Yang Berat

Tahun 2015 bisa dibilang tahun yang berat bagi saya. Tahun dimana mengharuskan saya lebih bersikap dewasa dalam menyikapi keadaan. Di tahun ini ibu saya jatuh sakit untuk kedua kalinya. Sehingga membuat beliau memerlukan orang lain untuk bisa bangun dari tempat tidurnya. Satu minggu sekali, saya dan bapak pergi ke kampung halaman untuk menengok sekaligus membawa ibu pergi berobat. Di hari libur yang hanya sebentar itu, kami ( bapak dan saya ) bergantian untuk menjaganya. Memandikan, mengambilkan makanan dan juga minum untuknya. Dan saya tahu, apa yang saya lakukan saat ini tidak bisa dibandingkan dengan jasa-jasa ibu kepada anaknya. Di tahun yang sama, saya harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan, yang biasa dengan mereka saya menghilangkan lelah setelah bekerja seharian walaupun hanya sejenak . Duduk bersama di majelis dzikir, liqo, tahsin Al-Qur'an dengan menggowes sepeda untuk bisa sampai di tempat tujuan.  "Ya Allah, itu sungguh nikmat sekali. Bohong jika saya tidak...

[ Review ] Buku I Have A Dream

  Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk sedikit berbagi sesuatu yang saya tahu kepada kawan-kawan. Kali ini, postingan saya itu mengenai buku I Have A dream yang sudah saya baca. Bahkan, berkali-kali ^_^ Langsung ke TKP saja yah ^_^. Buku I Have A Dream karya Arif Rahman Lubis yang berkerjasama dengan penerbit Qultummedia ini adalah buku yang menurut saya bagus sekali. Kenapa? Karena buku ini bergenre motivasi. Buku yang dapat memacu semangat kita untuk meraih impian kita masing-masing. Kita semua tahu. Bahwa kesuksesan meraih impian itu tidak mudah. Mereka pun yang sudah meraih kesuksesan dalam menggapai impiannya , diiringi dengan kegagalan, cacian dan bahkan sampai dikucilkan. Alhamdulillah, dibuku ini dilengkapi dengan kisah-kisah inspiratif orang-orang yang sukses dalam meraih impiannya agar kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup mereka. Di dalam buku ini tidak hanya berisi kisah inspiratif saja. Di buku ini juga menjawab rahasia-rahasia penting ...

Ikhlas Itu Bikin Kecanduan

Jika kita sudah ikhlas, maka Allah akan membuat kecanduan pada dirinya    Itu kata-kata ustadz Ahmad Zarkasih.Lc yang masih saya ingat sampai sekarang. Apa sih maksudnya ? jika Allah merasakan diri kita sudah ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, maka Allah sendirilah yang membuat kecanduan atau ketagihan kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan, kendati sedikit Allah itu menyukai amalan yang sedikit tapi berkelanjutan. Misalkan, kita membaca Al-Qur’an itu dalam sehari hanya bisa membaca 1 lembar saja itu lebih baik jika dilakukan terus-menerus setiap harinya. Daripada kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 kali dibulan Ramadhan. Tapi, itu hanya berlangsung dibulan itu saja, dibulan-bulan selanjutnya kita tidak membaca Al-Qur’an. Lebih baik pula jika kita mengkhatamkan ilmu tajwid dahulu, sebelum kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 bulan. Kenapa ? ditakutkan kita mentargetkan bisa khatam dalam 1 bulan, bac...

Manisnya Iman

Tidak terhitung kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita sebagai hamba-Nya.  Bernafas, berjalan, melihat, berbicara dan masih banyak lagi contoh kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita. Tapi, IMAN adalah sesungguhnya kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada para Hamba-Nya. Tapi, tidak banyak orang yang bisa merasakan manisnya iman. Maka beruntunglah bagi mereka yang Allah SWT berikan kenikmatan tersebut. Dan bagi mereka yang belum menemukan kenikmatan itu, Carilah. Ya, manisnya iman itu harus dicari, karena Allah SWT berikan kenikmatan tersebut kepada mereka yang benar-benar menginginkannya. ”Iman itu kadang naik kadang turun maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban) Iman itu kadang bertambah, kadang berkurang, kadang naik, kadang turun. Maka dari itu kita harus bisa mencharge iman kita terus agar selalu stabil. Bagaimana cara menstabilkan keimanan kita ? salah satu murobi saya pernah bilang “ Salah satu cara mencharge iman kita itu adala...

Kerasnya Batupun Akan Hancur

  Seorang pria yang bertubuh besar, terlihat tangguh dan kuat sedang memukul batu yang besar. Tapi hampir 100 kali dia memukul, batu itu tidak kunjung terlihat akan hancur. Perasaan ingin menyerah pun dirasakan, dan pada akhirnya dia pun menyerah karena dia merasa lelah dan putus asa. Datang seorang pria tua , terlihat kurus dan lemah untuk memukul batu yang telah ditinggalkan oleh pria yang bertubuh besar itu. Pria tua pun memulai memukul 1 kali, 2 kali sampai pukulan ke 5, akhirnya batu itupun hancur. Pria bertubuh besar itu merasa heran, padahal dia sudah memukul hampir 100 kali, batu itu tidak kunjung hancur juga. Tapi, pria tua itu hanya membutuhkan 5 kali pukulan untuk menghancurkan batu itu. “ Hai pria tua, apakah kau itu orang sakti ? “ Tanya pria besar itu. “ Ah, bukan. Aku bukan orang sakti, aku hanya orang tua biasa  “ Jawab pria tua itu. “ Tapi, kenapa kau bisa menghancurkan batu itu dalam 5 kali pukulan. Sedangkan diriku memukul 100 kali, batu itu tidak hancur jug...

Siapa Yang Menanam, Dia Yang Akan Menuai

  Imam As-Syafi’i pernah menulis “ Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras. Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia akan begadang. Barang siapa yang menharapkan ketinggian tanpa rasa letih maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil. Engkau mengharapkan kejayaan lantas pada malam hari hanya tidur saja? Orang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan. ” Iyah, Siapa yang menanam dia yang akan menuai, itulah sunatullah dalam hidup ini. Para petani pun untuk mendapatkan beras harus menanam padi terlebih dahulu. Beberapa padi yang ditanam pun akan menghasilkan berkarung-karung beras. Jika ditanam dengan ulet dan kerja keras. Kitapun pasti pernah merasa iri dengan para direktur perusahaan yang mendapatkan gaji 100 Jt/bulan dan fasilitas yang mewah dari perusahaannya. Serta merasa iri pula kepada para pembisinis yang sudah beromzet beratus-ratus juta dalam kurun waktu beberapa bulan. Tapi apakah kita pernah berpikir ? apa yang tel...

Ku Jadikan Sebagai Doa & Motivasi

Kita butuh sebuah dorongan atau penyemangat dalam menjalani hidup ini. Iya, terkadang hidup kita itu ada tantangan atau ujian dari Allah SWT. Sehingga, membuat semangat itu menjadi loyo yang awalnya semangat itu berkobar-kobar. Maka dari itu kita perlu namanya motivasi untuk dalam menjalani hidup. Dan salah satu motivasi saya itu adalah sebuah perkataan tukang kredit yang berada dikawasan rumah. Mungkin saya bilang itu bukan sebuah perkataan biasa, karena perkataan itu ku jadikan doa untuk memotivasi saya dalam hidup ini.  Ketika itu saya sedang duduk di warung sambil menunggu adzan maghrib. Dan sebelah saya itu ada  “   Si Akang  “ , panggilan saya kepada bapak tukang kredit itu, saya dan si akang pun ngobrol-ngobrol, setelah itu ada perkataan beliau yang membuat saya terdiam sejenak. “  Saya yakin kamu jadi orang sukses “ itu kalimat yang beliau ucapkan ditengah-tengah obrolan kita. Dan saya langsung mengaminkan doa tersebut. Setelah itu beliau melanjutkan k...